Mendesain Pembibitan Pre Nursery Kelapa sawit
A. Tempat Pemesanan Kecambah
Pembibitan merupakan awal kegiatan lapangan yang harus dimulai 14 bulan sebelum penanaman di lapangan. Penjadwalan yang tepat perlu dilakuukan karena keterbatasan yang mungkin dialami seperti ketersediaan kecambah oleh Balai, musim tanam, ketersediaan tenaga dan lain-lain. Pemesanan kecambah hendaknya dimulai 3 – 6 bulan sebelum pembibitan.
Bahan tanam yang dipergunakan adalah GS (germinated seeds) yang dikeluarkan oleh produsen benih yang ditunjuk oleh pemerintah yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), PT. Socfin, PT. Lonsum, PT. Dami Mas, PT. Tunggal Yunus, dan PT. Sawit Makmur. Varietas yang dikeluarkan oleh produsen benih tersebut adalah hibrida F1 dari Dura dan Pisifera (D >< P) yang sering pula diberi nama varietas Tenera.
Kebutuhan kecambah per hektar 170 kecambah untuk populasi tanaman di lapangan 130 pohon per hektar. Ikhtisar koefisien pembibitan per hektar kecambah sebagai berikut :
- Kecambah : 100% = 170
- Rusak/ patah dalam pengangkutan : 4% = 7
- Ditanam dalam polybag kecil (PN) : 96% = 163
- Seleksi di pre nursery (PN) : 8% = 13
- Ditanam ke main nursery (MN) : 88% = 150
- Seleksi I = 3%, II = 2%, III = 1% : 6% = 9
- Bibit siap tanam : 78% = 14
- Cadangan untuk sulaman : 8% = 11
- Bibit ditanam di lapangan : 70% = 130
Dalam setiap penyaluran kecambah PPKS selalu diikutsertakan beberapa dokumen pendukung yang dijadikan sebagai pegangan dalam pengelolaan bahan tanam. Dokumen tersebut terdiri atas surat perintah penyerahan barang (DO), surat pengantar, dan daftar persilangan.
B. Kondisi Lahan
Tanaman kelapa sawit memerlukan beberapa persyaratan tertentu untuk pertumbuhan, antara lain letak tinggi tempat dari atas muka laut, keadaan tanah, topografi, drainase dan iklim. Kesesuaian tanah untuk tanaman kelapa sawit perlu diketahui mengingat tanaman kelapa sawit adalah tanaman tahunan.
1. Tinggi Tempat
Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dan berbuah sampai ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut, namun secara ekonomis tanaman kelapa sawit diusahakan pada daerah sampai dengan ketinggian 400 m di atas permukaan air laut.
2. Topografi
Penanaman kelapa sawit sebaiknya pada daerah kemiringan lereng 0o – 12o (21%) kemiringan lereng 13o – 15o (46%) kurang baik, sedangkan kemiringan lereng lebih besar dari 25o tidak dianjurkan karena akan menyulitkan pengangkutan buah pada saat panen dan bahaya erosi.
3. Drainase
Kondisi tanah yang sering mengalami genangan air umumnya tidak disukai oleh tanaman kelapa sawit karena akar tanaman kelapa sawit membutuhkan banyak oksigen. Drainase yang jelek akan menghambat kelancaran penyerapan unsure hara dan proses nutrifikasi akan terganggu sehingga tanaman akan kekurangan N.
4. Tanah
Kelapa sawit tumbuh pada beberapa jenis tanah seperti tanah podzolik, latosol, hidromorfik kelabu, regusol, andosol, dan tanah-tanah alluvial. Tanah gambut juga dapat diusahakan asal tebal gambutnya tidak lebih dari 1 meter. Keadaan tanah yang perlu diperhatikan untuk budidaya kelapa sawit adalah sebagai berikut:
a. Sifat Fisik Tanah
Tanaman kelapa sawit tumbuh dengan baik pada berbagai macam tanah seperti lempung berpasir sampai tanah yang bertekstur liat/berat dan tanah-tanah gambut. Sifat fisik tanah seperti solum, tekstur dan struktur tanah merupakan factor yang penting dalam pertumbuhan kelapa sawit. Beberapa kesesuaian fisik tanah untuk kelapa sawit antara lain:
- Solum yang dalam, lebih dari 80 cm. walaupun kenyataan bahwa penyebaran akar kelapa sawit yang terbanyak dijumpai sampai kedalaman 60 cm, namun ujung-ujung akarnya masih mencapai kedalaman 90 cm atau lebih sehingga dibutuhkan untuk perkembangan akar yang baik.
- Tekstur tanah yang baik adalah tekstur lempung atau liat dengan komposisi pasir 20—60 %, debu 10—40 % dan liat 20—50%.
- Perkembangan struktur yang kuat, konsistensi gembur sampai agak teguh dengan permeabilitas yang sedang sampai baik.
- Permukaan air harus berada dibawah 80 cm dan semakin dalam semakin baik.
b. Sifat Kimia Tanah
Tanaman kelapa sawit membutuhkan zat hara dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif. Oleh karena itu, kandungan hara yang tinggi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi. Beberapa sifat kimia tanah yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk tanaman kelapa sawit adalah:
- Keasaman tanah (pH antara 4,0—6,0 dimana pH 5,0—5,5 adalah pH optimum).
- C/N mendekati 10 dimana kandungan C ± 1 % dan N ± 0,1 %.
- Kapasitas tukar K+ sekitar 0,15—0,20 me/100 gram, sedangkan angka dibawahnya diduga kekurangan akan K.
- Perbandingan kapasitas tukar Mg++ dan K+ yang masih berada dalam batas normal dalam mengatur antagonism antara K dan Mg.
5. Keadaan Iklim
Keadaan iklim untuk tanaman kelapa sawit dapat dilihat pada tabel.
Keadaan Iklim
|
(Klas 1)
Baik
|
(Klas 2)
Sedang
|
(Klas 3)
Krg. Baik
|
(Klas 4)
Tdk. Baik
|
Curah hujan (mm)
Deficit air/thn (mm)
Hari panjang tidak hujan
Temperatur (oC)
Penyinaran (jam)
Kelembaban (%)
|
2000—2500
0—150
< 10
22—33
6
80
|
1800—2000
150—250
< 10
22—33
6
80
|
1600—1800
250—400
< 10
22—33
< 6
< 80
|
< 1500
> 400
>10
22—33
< 6
< 80
|
Curah hujan yang tinggi mengakibatkan kelebihan air, terjadi erosi yang dapat menurunkan kesuburan tanah. Sedangkan adanya bulan kering yang panjang mengakibatkan terjadinya deficit air dan dapat menurunkan produksi. Penyebaran hujan yang merata sepanjang tahun adalah tipe hujan yang dikehendaki.
C. Pelaksanaan Pembibitan
1. Penerimaan Kecambah
1. Penerimaan Kecambah
Kecambah yang telah diterima harus dikelola dengan baik terutama apabila terdapat “waktu tunggu” akibat mis manajemen dalam pembibitan. Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam (didederkan) paling lama 5 hari. Kecambah dijaga tetap lembab dan tidak terkena matahari secara langsung.
Sebelum penanaman kecambah yang diterima diseleksi terlebihdahulu, baik dalam jumlah, varietas, kode persilangan dan kondisi kecambah yang dicocokandengan dokumen dan segera dibuar berita acara yang ditandatangani oleh Sinder Afdeling yang bersangkutan, Sinder Kepala dan diketahui oleh administratur.
2. Persiapan Pembibitan
2. Persiapan Pembibitan
Dalam penanaman kecambah maka langkah-langkah harus sesuaidengan prosedur yang berlaku diperusahaan kelapa sawit yang meliputi :
- Seminggu sebelum ditanam polybag yang sudah diisi disiram setiap hari.
- Kecambah harus ditanam palinng lama 5 hari setelah diterima, disimpan di tempat teduh, tidak terkena sinnar matahari langsung.
- Menanam kecambah harus dilakukan dengan hati-hati. Radikula (akar) ditandai dengan bentuknya yanng tumpul, kasar, kecoklatan, sedang plumula (bakal daun) berbentuk seperti tombak, halus dan berwarna putih kekuningan.
- Lubang tanam dibuat dengan luju kecil sedalam 2 – 3 cm di tengah polybag. Kecambah diletakkan dengan radikula di sebelah bawah dan ditutup dengan tanah setebal 1 – 1,5 cm, jangan dipadatkan.
- Penanaman kecambah dikelompokkan menurut varietas, kode persilangan dan kelompok pertumbbuhannya.
- Label bibit dianjurkan untuk dipasang dengan uraian : Tanggal tanam, Kelompok pertumbuhan, Varietas dan kode persilangan, Jumlah pohon, dan Nomor plot.
- Kecambah yang baik ditandai dengan munculnya plumula ke permukaan tanah setelah 10 – 15 hari setelah tanam.
a. Tempat Pembibitan
Tempat pembibitan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
- Areal harus rata dan datar
- Dekat dengan sumber air.
- Letaknya sedapat mungkin di tengah-tengah areal yang akan ditanami dan mudah diawasi.
b. Pengolahan Pembibitan
Lahan pembibitan harus diratakan dan dibersihkan dari segala macam gulma dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman (misalnya tersedianya springkle irrigation), serta dilengkapi dengan jalan-jalan dan parit-parit drainase. Luas kompleks pembibitan umumnya 1—1,5% dari areal penanaman yang direncanakan.
c. Pembuatan Bedengan
Pembuatan bedengan harus memenuhi kaidah-kaidah yang telah ditentukan dengan benar.
Pembuatan bedengan harus memenuhi kaidah-kaidah yang telah ditentukan dengan benar.
- Pembuatan bedengan harus memenuhi kaidah-kaidah yang telah ditentukan dengan benar.
- Bedengan dibuat di areal yang telah diratakan (di petak), diberi dinding papan atau bambu setinggi polybag (20 – 25 cm) agar polybag dapat tersusun tegak.
- Ukuran bedengan adalah lebar 1,2 m, panjang sesuai kebutuhan (maksimal 10 m), tinggi atap/naungan 2 – 2,5 m dan di antara bedengan dipisahkan dengan jarak 0,7 – 0,8 m untuk jalan dan pembuangan air.
- Arah bedengan Utara – Selatan.
- Dasar bedengan dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah petakan dan diberi lapisan pasir setebal 3 – 5 cm untuk memperlancar draenase.
Naungan pada pembibitan berfungsi sebagai sarana aklimatisati bibit terhadap mikroklimat tanaman khususnya radiasi matahari dan air hujan.
- Bibit muda membutuhkan naungan untuk mencegah timbulnya kerusakan karena sinar matahari maupun hujan terlalu deras.
- Pelindung harus dibuat dengan arah Utara – Selatan dan atapnya miring ke arah Barat menghadap ke Timur untuk mendapatkan cahaya matahari pagi.
- Jenis naungan/pelindung yang digunakan adalah daun kelapa sawit, daun kelapa, daun nipah, rumbia atau bahan lain yang layak sebagai naungan. Daun yang dipakai harus sehat tidak mengandung hama/penyakit dan jika perlu sebelum dipasang disemprot dengan fungisida/insektisida.
- Bahan naungan tersebut mempunyai sifat mudah diperlakukan pada saat diperlukan penjarangan.
Kecambah kelapa sawit yang telah diterima diusahakan segera ditanam pada polibeg yang telah disediakan. Keterlambatan penanaman akan mengakibatkan kerusakan atau kelainan pada kecambah tersebut, anatara lain:
- Bakal akar dan daun akan menjadi panjang sehingga mempersulit penanaman.
- Bakal akar dan daun akan mudah patah.
- Kecambah akan mengalami kerusakan karena terserang jamur.
- Kecambah akan menjadi mati/kering karena kekurangan air.
- Bibit yang terputar karena penanaman radicula menghadap ke atas.
- Akar bibit terbongkar karena penanaman yang terlalu dangkal.
- Bibit menguning karena media terlalu banyak mengandung pasir.
- Bibit mati (busuk) karena tergenang air penyiraman atau air hujan.
f. Dederan (pre nursery)
Bibit yang dipindahkan k main nursery adalah bibit yang telah berumur 2,5—3 bulan. Sehari sebelum dipindahkan ke polybeg besar maka bibit harus disiram terlebih dahulu. Kegiatan-kegiatan yang harus dipersiapkan di main nursery yakni: Pengolahan tanah, Pengisian polybeg besar, instalasi penyiraman, pemancangan dan penanaman.
- Benih yang sudah berkecambah di deder dalam polybeg kecil, kemudian diletakkan pada bedengan-bedengan yang lebarnya 120 cm dan panjang bedengan secukupnya.
- Ukuran polybag yang digunakan adalah 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm (lay flat).
- Polybag diisi dengan 1,5—2,0 kg tanah atas yang telah diayak. Tiap polybag diberi peluang untuk drainase.
- Kecambah ditanam sedalam ± 2 cm dari permukaan tanah dan berjarak 2 cm.
- Setelah bibit dederan yang berada di prenursery telah berumur 3—4 bulan dan berdaun 4—5 helai, bibit dederan sudah dapat dipindahkan ke persemaian bibit (nursery).
- Keadaan tanah di polybag harus selalu dijaga agar tetap lembab tapi tidak becek. Pemberian air pada lapisan atas tanah polibag dapat menjaga kelembaban yang dibutuhkan oleh bibit.
- Penyiraman dengan system springkle irrigation sangat membantu dalam usaha memperoleh kelembaban yang diinginkan dan dapat melindungi bibit terhadap kerusakan karena siraman.
Bibit yang dipindahkan k main nursery adalah bibit yang telah berumur 2,5—3 bulan. Sehari sebelum dipindahkan ke polybeg besar maka bibit harus disiram terlebih dahulu. Kegiatan-kegiatan yang harus dipersiapkan di main nursery yakni: Pengolahan tanah, Pengisian polybeg besar, instalasi penyiraman, pemancangan dan penanaman.






0 komentar: